Adrianto Djokosoetono Borong 675.800 Saham BIRD Senilai Rp997,43 Juta

Adrianto Djokosoetono Borong 675.800 Saham BIRD Senilai Rp997,43 Juta
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono memborong 675.800 saham perseroan senilai Rp997,43 juta pada 29 Oktober 2026.

DUNIAFINANSIAL.COM — Direktur Utama PT Blue Bird Tbk (BIRD) Adrianto Djokosoetono memborong 675.800 saham perseroan dengan nilai transaksi mencapai Rp997,43 juta, nyaris Rp1 miliar. Pembelian dilakukan lewat enam kali transaksi pada 29 Oktober 2026 di rentang harga Rp1.460 hingga Rp1.485 per saham. Aksi korporasi ini menambah porsi kepemilikan sang pengendali di emiten taksi terbesar Tanah Air tersebut.

Keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap bahwa seluruh pembelian saham dilakukan secara langsung dengan tujuan investasi. Adrianto yang menjabat sebagai Direktur Utama merogoh kantong sekitar Rp997,43 juta untuk menuntaskan transaksi tersebut.

Rincian Enam Transaksi Pembelian Saham BIRD

Pembelian terbesar terjadi pada harga Rp1.480 per saham. Sebanyak 242.200 saham dilepas di level tersebut dengan nilai Rp358,46 juta.

  • 30.000 saham di harga Rp1.460 senilai Rp43,80 juta
  • 69.900 saham di harga Rp1.470 senilai Rp102,75 juta
  • 58.200 saham di harga Rp1.465 senilai Rp85,26 juta
  • 242.200 saham di harga Rp1.480 senilai Rp358,46 juta
  • 80.000 saham di harga Rp1.485 senilai Rp118,80 juta
  • 195.500 saham di harga Rp1.475 senilai Rp288,36 juta

Kepemilikan Adrianto Naik ke 133,39 Juta Saham

Setelah transaksi, jumlah saham yang dipegang Adrianto bertambah 0,51% menjadi 133.391.616 saham dari sebelumnya 132.715.816 saham. Peningkatan ini mengerek hak suaranya menjadi 5,3312% dari sebelumnya 5,3042%, atau bertambah 0,0270 poin persentase.

Dalam laporan tersebut, Adrianto menyatakan berstatus sebagai pengendali dan akan tetap mempertahankan pengendalian di perseroan. Pernyataan itu menegaskan posisinya sebagai pemegang kendali utama BIRD di tengah struktur kepemilikan emiten transportasi darat tersebut.

Arti Aksi Borong Saham bagi Investor BIRD

Pembelian saham oleh direksi kerap dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek perseroan. Nilai transaksi yang mendekati Rp1 miliar menunjukkan komitmen pemegang saham pengendali untuk memperkuat posisinya, bukan sekadar transaksi kecil di pasar reguler.

Bagi investor ritel, keterbukaan informasi ini menjadi rujukan untuk mencermati pergerakan harga BIRD di kisaran Rp1.460 hingga Rp1.485 per saham. Rentang tersebut kini menjadi acuan level harga yang dipakai manajemen saat menambah kepemilikan.

Blue Bird sendiri dikenal sebagai operator taksi konvensional yang tengah beradaptasi dengan layanan transportasi berbasis aplikasi. Kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada pengendali membuat likuiditas saham BIRD di pasar reguler relatif terbatas, sehingga setiap transaksi direksi menjadi perhatian pelaku pasar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index