DUNIAFINANSIAL.COM — PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berpotensi membagikan dividen dengan imbal hasil (yield) di atas 10 persen untuk tahun buku 2026, jauh melampaui rata-rata emiten di Bursa Efek Indonesia. Sejumlah sekuritas menilai kas perseroan melimpah seiring kinerja keuangan yang melesat hingga September 2026. Potensi cuan dividen Antam muncul saat IHSG tengah tertekan akibat kisruh indeks MSCI.
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu emiten yang paling dilirik untuk memetik dividen besar. JP Morgan, bank investasi asal Amerika Serikat, bahkan menjadikan Antam sebagai saham pilihan di tengah gejolak IHSG akibat kisruh MSCI. Alasannya, valuasi saham Antam dinilai murah dengan yield dividen yang besar.
Valuasi Murah, Yield Dividen 14 Persen
JP Morgan menyebut saham ANTM kini diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (PER) 4 kali berdasarkan proyeksi 2027. Yield dividennya mencapai 14 persen.
"Saham ANTM kini diperdagangkan dengan PER 4 kali berdasarkan proyeksi 2027 dan yield dividen 14%. Pendapatan dan laba bersih Antam juga memiliki eksposur kuat dengan dolar AS sehingga bisa menjadi alat lindung nilai alami dari pelemahan rupiah," tulis JP Morgan, seperti dikutip Senin (2/11/2026).
JP Morgan menetapkan rekomendasi overweight saham ANTM dengan target harga Rp4.700.
Kinerja Keuangan Melonjak
Dasar prediksi dividen jumbo itu adalah kinerja Antam yang kuat hingga September 2026. Laba bersih perseroan tumbuh 46 persen menjadi Rp9,66 triliun, EBITDA naik 45 persen menjadi Rp13,48 triliun, sedangkan pendapatan meningkat 23 persen menjadi Rp88,48 triliun.
Total aset perseroan mencapai Rp59,74 triliun per September 2026, naik 24 persen. Ekuitas bertambah 17 persen menjadi Rp41,22 triliun, sementara kas dan setara kas tercatat Rp10,54 triliun atau tumbuh 14 persen.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp5,06 triliun, naik 26 persen. Penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp87,92 triliun, tumbuh 29 persen, sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan pengelolaan modal kerja yang efektif.
Proyeksi Yield Dividen Capai 12,7 Persen
Indo Premier Sekuritas memprediksi yield dividen ANTM bisa mencapai 12,3 persen pada 2027 dan 12,7 persen tahun berikutnya. Sekuritas ini menetapkan rekomendasi buy dengan target harga Rp3.700.
Meski prospek pasar saham Indonesia secara makro kurang menguntungkan, Indo Premier menilai sektor komoditas akan menjadi pencetak kinerja terbaik IHSG. Emiten komoditas dianggap sebagai penghasil mata uang dolar AS di tengah potensi pelemahan rupiah.
"Kondisi tersebut justru menciptakan peluang yang bagus untuk melakukan pembelian saham komoditas," tulis Indo Premier dalam risetnya.
Ruang Besar bagi Pemegang Saham
Sucor Sekuritas memprediksi Antam bisa meraup arus kas bebas (free cash flow) Rp9 triliun hingga Rp10 triliun per tahun dalam tiga tahun ke depan. Belanja modal per tahun ditaksir hanya Rp1,5 triliun.
"Ini membuka ruang besar bagi peningkatan investasi dan pengembalian kepada para pemegang saham," tulis Sucor Sekuritas.
Dengan asumsi rasio dividen 65 persen, yield dividen saham ANTM mencapai 10 persen. Sucor Sekuritas memasang target harga ANTM Rp5.500, jauh di atas harga terakhir Rp2.620.
Bagi investor ritel, kombinasi valuasi murah, kas melimpah, dan eksposur dolar AS membuat Antam menarik sebagai pilihan defensif saat pasar saham bergejolak. Namun perlu diingat, target harga dan proyeksi yield tersebut berasal dari riset sekuritas dan bukan jaminan kinerja di masa depan.