IHSG Ditutup Naik 0,32% ke 4.919,77, Asing Beli Bersih Rp257,94 Miliar

IHSG Ditutup Naik 0,32% ke 4.919,77, Asing Beli Bersih Rp257,94 Miliar
IHSG ditutup menguat 0,32% ke level 4.919,77 pada perdagangan Rabu (4/11/2026).

DUNIAFINANSIAL.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 15,48 poin atau 0,32% ke level 4.919,77 pada perdagangan Rabu (4/11/2026), setelah sempat tertekan di awal sesi. Investor asing mencatat pembelian bersih Rp257,94 miliar di seluruh pasar, dengan saham perbankan dan tambang menjadi buruan utama.

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan tekanan awal perdagangan dan berakhir di zona hijau. Penguatan indeks ditopang aksi beli investor asing yang kembali masuk ke pasar saham domestik.

Meski indeks menguat, mayoritas saham justru berakhir di zona merah. Sebanyak 439 saham melemah, 190 saham menguat, dan 88 saham stagnan.

Nilai Transaksi Tembus Rp10,77 Triliun

Volume perdagangan tercatat 266,65 juta saham yang ditransaksikan 1,23 juta kali. Nilai transaksi menembus Rp10,77 triliun.

Di pasar reguler, asing membukukan pembelian bersih Rp264,64 miliar. Sementara di pasar negosiasi dan tunai, asing mencatat penjualan bersih Rp6,70 miliar.

BBCA dan ANTM Jadi Buruan Utama Asing

Bank Central Asia (BBCA) memimpin antrean beli asing dengan nilai Rp133,28 miliar. Saham perbankan lain juga masuk daftar, yakni Bank Syariah Indonesia (BRIS) Rp24,80 miliar dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp23,36 miliar.

Dari sektor tambang, Aneka Tambang (ANTM) mencatat pembelian bersih asing Rp53,16 miliar, disusul Timah (TINS) Rp26,48 miliar dan Merdeka Copper Gold (MDKA) Rp19,67 miliar.

Astra International (ASII) menempati posisi ketiga dengan Rp35,60 miliar. Telkom Indonesia (TLKM) menyusul dengan Rp25,29 miliar.

Dua saham lain yang masuk daftar adalah Merdeka Gold Resources (EMAS) Rp19,39 miliar dan Barito Renewables Energy (BREN) Rp19,33 miliar.

Arti Pergerakan bagi Investor Ritel

Dominasi saham perbankan dan tambang dalam daftar beli asing menunjukkan preferensi terhadap emiten berkapitalisasi besar yang likuid. Bagi investor ritel, arus masuk asing ini bisa menjadi sinyal awal kembalinya kepercayaan terhadap pasar saham domestik.

Namun, jumlah saham yang melemah jauh lebih banyak dibandingkan yang menguat. Artinya, penguatan IHSG lebih banyak ditopang saham-saham bobot besar, bukan merata ke seluruh pasar.

Penutup: Kombinasi indeks yang menguat dan mayoritas saham yang melemah menandakan pasar masih selektif. Arah arus asing pada sesi berikutnya akan menjadi penentu apakah penguatan ini berlanjut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index