Investasi Dalam Negeri Nyaris Rp2.000 Triliun, Kadin Sebut Ekonomi Makin Tahan Guncangan

Selasa, 03 November 2026 | 06:10:02 WIB
Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menyampaikan keterangan dalam taklimat Presiden bersama peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).

DUNIAFINANSIAL.COM — Investasi dalam negeri atau PMDN menembus hampir Rp2.000 triliun dan disebut menjadi salah satu penopang utama ketahanan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Bakrie menilai keterlibatan pengusaha kelas menengah membuat fondasi ekonomi nasional kian kokoh. Dunia usaha pun menyiapkan tiga sektor masa depan sebagai mesin pertumbuhan berikutnya.

Penilaian itu disampaikan Anindya dalam taklimat Presiden bersama peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026). Menurutnya, arus investasi dalam negeri tidak hanya ditopang perusahaan besar.

“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam forum tersebut.

Partisipasi pelaku usaha menengah dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat fondasi perekonomian nasional saat menghadapi ketidakpastian global. Keterlibatan kelompok pengusaha itu memberi kontribusi penting terhadap daya tahan ekonomi Indonesia.

Tiga Sektor Masa Depan Jadi Fokus Kadin

Dunia usaha tidak berhenti pada upaya mempertahankan dan memperkuat industri yang sudah berjalan. Kadin menyiapkan pengembangan sektor-sektor ekonomi masa depan sebagai prioritas berikutnya.

Beberapa bidang yang menjadi fokus pengembangan antara lain industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), energi terbarukan (renewable energy), serta pusat data (data center). Ketiga sektor itu dinilai punya potensi besar mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus meningkatkan pemakaian komponen dalam negeri.

“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak,” katanya.

Pengembangan industri masa depan perlu diarahkan agar membuka ruang lebih luas bagi perusahaan nasional untuk masuk ke rantai pasok dan menaikkan kapasitas produksi. Dengan begitu, pertumbuhan sektor industri baru dapat memberi nilai tambah bagi perekonomian dalam negeri.

Dorong Pemerataan bagi Pengusaha Daerah

Kadin juga mendorong terciptanya kesempatan yang lebih merata bagi pengusaha daerah, termasuk pelaku usaha yang tergabung dalam berbagai asosiasi dan himpunan. Mereka diharapkan berkembang bersama, memperkuat kemampuan bisnis, serta menaikkan skala usaha hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut sejalan dengan tema Rapimnas Kadin 2026, yaitu “Ekonomi Kerakyatan dan Indonesia Mendunia”. Tema ini mencerminkan pentingnya membangun perekonomian yang melibatkan lebih banyak pelaku usaha sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi global.

IMF Sebut Indonesia Titik Terang Ekonomi Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Anindya menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap terjaga di tengah berbagai tekanan dan gejolak internasional. Ia mengacu pada penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang dalam perekonomian dunia.

Pengalaman Indonesia melewati lima guncangan ekonomi selama sekitar 25 tahun terakhir disebut menunjukkan fundamental ekonomi nasional yang semakin kuat. “Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” ungkapnya.

Anindya berharap kepercayaan investor domestik, penguatan industri nasional, serta semakin luasnya keterlibatan pengusaha dari berbagai daerah menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Peran dunia usaha nasional di pasar global juga diharapkan ikut membesar.

Terkini