Skandal Manipulasi Dana Investasi Turki Rugikan 455.000 Investor, 45 Orang Ditangkap

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:19:31 WIB
Otoritas Turki menangkap lebih dari 45 orang dalam dugaan manipulasi pasar saham yang merugikan sekitar 455.000 investor.

DUNIAFINANSIAL.COM — Otoritas Turki menangkap lebih dari 45 orang dalam skandal dugaan manipulasi pasar saham yang merugikan sekitar 455.000 investor. Kasus ini memicu kejatuhan indeks BIST 100 hingga 12% dan menyeret sejumlah petinggi perusahaan pengelola dana serta politikus partai berkuasa.

Penyelidikan yang dijalankan Kantor Kejaksaan Istanbul mencakup dugaan penipuan, pelanggaran undang-undang pasar modal, hingga pembentukan organisasi kriminal. Menteri Kehakiman Turki Akin Gurlek menyatakan otoritas juga membekukan aset milik 42 individu dan 46 badan hukum, sebagaimana disampaikannya melalui media sosial X.

Skandal bermula ketika sejumlah penyedia dana investasi gagal mengembalikan uang investor tepat waktu. Dua nama yang paling tersorot adalah Pusula Portfoy dan Tera. Dua dana investasi yang dikelola Tera saja tercatat memiliki total aset sekitar 6,5 miliar euro atau setara US$6,37 miliar.

Indeks BIST 100 Anjlok 12% dalam Beberapa Hari

Pada pertengahan September, indeks acuan BIST 100 ambruk 6% hanya dalam satu hari perdagangan. Dalam beberapa sesi berikutnya, indeks tersebut kehilangan sekitar 12% dari level sebelumnya.

Dewan Pasar Modal Turki (SPK) bergerak dengan menutup dana investasi milik tujuh perusahaan pengelola aset, termasuk Tera, Pusula, dan Atlas. Menurut kantor berita negara Anadolu, sebanyak 131 dana investasi direncanakan untuk dilikuidasi.

Bursa Efek Istanbul juga mengeluarkan 27 saham dari indeks acuan BIST 100 mulai 1 Oktober. Langkah ini memperluas dampak skandal ke konstituen indeks, bukan hanya ke pemilik unit penyertaan dana yang bermasalah.

Modus: Nilai Portofolio Dinaikkan Secara Artifisial

Dugaan utama penyelidikan adalah perusahaan pengelola dana sengaja menaikkan nilai portofolio mereka secara artifisial. Aset yang dimiliki sejumlah dana diduga berisi saham bermasalah atau berkualitas sangat rendah yang nyaris tidak memiliki nilai.

Dari lebih dari 45 orang yang ditangkap, sejumlah di antaranya merupakan petinggi perusahaan investasi. Seorang politikus perempuan senior dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa turut mengundurkan diri di tengah penyelidikan.

Likuidasi Diperpanjang dari Tiga Bulan Jadi Enam Bulan

Otoritas memutuskan melikuidasi dana-dana tersebut dengan menjual aset yang dimiliki, lalu membagikan hasilnya kepada investor secara proporsional berdasarkan kepemilikan unit penyertaan. Batas waktu proses likuidasi diperpanjang dari tiga bulan menjadi enam bulan.

Aysel Gundogdu, penasihat keuangan independen di Istanbul, menilai perpanjangan waktu itu bertujuan mengurangi tekanan jual di pasar agar saham tidak dilepas dengan harga terlalu rendah.

"Perpanjangan ini bukan berarti setiap likuidasi pasti memakan waktu enam bulan," kata Gundogdu, mengutip penjelasannya soal fleksibilitas penyelesaian bergantung kondisi pasar.

Investor tidak memiliki jaminan seluruh uang mereka kembali. Dana investasi berbeda dengan rekening tabungan, sehingga setiap penurunan nilai aset dalam portofolio berdampak langsung pada nilai investasi pemilik unit penyertaan.

Dana Pasar Uang Dinilai Lebih Aman dari Hedge Fund

Gundogdu memperkirakan dana pasar uang kemungkinan besar masih dapat dikembalikan kepada investor. Kondisi berbeda berlaku untuk dana lindung nilai atau hedge fund dan dana saham yang portofolionya berisi saham bermasalah dan hampir tidak dapat diperdagangkan.

Ekonom sekaligus kolumnis Guldem Atabay menegaskan investor memang harus menanggung risiko pasar, tetapi tidak seharusnya dibebani kerugian akibat informasi palsu, harga yang sengaja dinaikkan secara artifisial, atau lemahnya pengawasan.

Menurut Atabay, risiko penurunan harga saham merupakan bagian dari investasi. Kondisi itu berbeda apabila kerugian terjadi akibat praktik manipulasi dan informasi menyesatkan.

Kasus ini menjadi pukulan bagi investor Turki yang selama ini berupaya mempertahankan nilai kekayaan di tengah inflasi sekitar 30%. Kondisi tersebut mendorong masyarakat mengalihkan uang ke emas, valuta asing, saham, hingga unit penyertaan reksa dana yang menjanjikan imbal hasil tinggi.

Persoalan lain yang kini menjadi perhatian adalah tanggung jawab perusahaan pengelola dana dan para manajernya atas kerugian investor. Ketika sebuah dana ditutup atau dilikuidasi, saham dan surat berharga di dalamnya dijual untuk membagi hasil kepada pemilik unit.

Terkini