JAKARTA- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) membukukan rugi bersih Rp425,52 miliar pada semester I/2026. Kinerja tersebut berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perseroan masih mencatat laba bersih Rp89,84 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, pendapatan neto APIC turun menjadi Rp585,19 miliar dari Rp1,10 triliun pada semester I/2025.
Penurunan kinerja terutama dipengaruhi perubahan hasil investasi. Pada semester I/2026, APIC mencatat hasil investasi negatif Rp234,47 miliar. Padahal, pada semester I/2025 perseroan masih membukukan hasil investasi positif Rp164,21 miliar.
Pendapatan Jasa Asuransi Turun
Pendapatan jasa asuransi masih menjadi sumber pendapatan terbesar APIC dengan nilai Rp729,14 miliar pada semester I/2026.
Namun, angka tersebut turun dibandingkan semester I/2025 yang mencapai Rp871,44 miliar.
Di sisi lain, pendapatan dari kegiatan perantara perdagangan efek meningkat menjadi Rp35,80 miliar dari Rp23,71 miliar.
Pendapatan kegiatan manajer investasi juga naik menjadi Rp31,95 miliar dari Rp18,75 miliar.
APIC turut mencatat pendapatan bunga anjak piutang sebesar Rp12,96 miliar pada semester I/2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan dari pos tersebut belum tercatat.
Meski sejumlah sumber pendapatan meningkat, kenaikan tersebut belum mampu mengimbangi penurunan pendapatan jasa asuransi dan memburuknya hasil investasi.
Beban Usaha APIC Rp981,56 Miliar
Total beban usaha APIC pada semester I/2026 mencapai Rp981,56 miliar, turun dibandingkan Rp1,02 triliun pada semester I/2025.
Beban jasa asuransi menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp905,49 miliar. Angka tersebut turun dari Rp940,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, beban gaji dan tunjangan tercatat Rp40,05 miliar, naik dari Rp38,06 miliar.
Beban penyusutan tercatat Rp4,25 miliar, sedangkan beban cadangan kerugian penurunan nilai turun menjadi Rp129,33 juta dari Rp3,15 miliar.
Dengan pendapatan neto Rp585,19 miliar dan beban usaha Rp981,56 miliar, APIC membukukan rugi usaha Rp396,38 miliar.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan semester I/2025 ketika perseroan masih mencatat laba usaha Rp81,13 miliar.
Beban Keuangan Capai Rp158,14 Miliar
Dari pos lainnya, APIC mencatat pendapatan bunga deposito dan jasa giro sebesar Rp135,53 miliar.
Namun, perseroan juga menanggung beban bunga dan pembiayaan lainnya sebesar Rp158,14 miliar serta beban administrasi bank Rp4,11 miliar.
Alhasil, APIC membukukan rugi sebelum pajak penghasilan sebesar Rp423,71 miliar pada semester I/2026.
Setelah memperhitungkan pajak penghasilan sebesar Rp1,81 miliar, rugi bersih periode berjalan mencapai Rp425,52 miliar.
Total Aset APIC Rp7,32 Triliun
Dari sisi neraca, total aset APIC per 30 Juni 2026 tercatat Rp7,32 triliun.
Nilai tersebut turun dari posisi akhir 2025 yang mencapai Rp8,52 triliun.
Aset APIC antara lain terdiri atas aset asuransi Rp2,80 triliun, investasi Rp3,15 triliun, piutang transaksi perantara pedagang efek Rp491,70 miliar, serta kas dan bank Rp340,62 miliar.
Nilai investasi perseroan juga mengalami penurunan dari Rp4,54 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp3,15 triliun per 30 Juni 2026.
Liabilitas APIC Rp4,93 Triliun
Pada periode yang sama, total liabilitas APIC mencapai Rp4,93 triliun, turun dari Rp5,31 triliun pada 31 Desember 2025.
Liabilitas terbesar berasal dari liabilitas kontrak asuransi sebesar Rp2,98 triliun dan utang bank Rp1,29 triliun.
Selain itu, APIC memiliki medium term notes sebesar Rp400 miliar serta utang transaksi perantara pedagang efek Rp181,89 miliar.
Sementara itu, total ekuitas perseroan turun menjadi Rp2,39 triliun dari Rp3,21 triliun pada akhir 2025.
Penurunan ekuitas tersebut antara lain tercermin dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya, yang turun menjadi Rp674,66 miliar dari Rp1,09 triliun pada akhir 2025.
Kinerja APIC Semester I/2026
| Pos | Semester I/2026 | Semester I/2025 |
|---|---|---|
| Pendapatan neto | Rp585,19 miliar | Rp1,10 triliun |
| Hasil investasi | -Rp234,47 miliar | Rp164,21 miliar |
| Beban usaha | Rp981,56 miliar | Rp1,02 triliun |
| Laba (rugi) usaha | -Rp396,38 miliar | Rp81,13 miliar |
| Laba (rugi) sebelum pajak | -Rp423,71 miliar | Rp94,58 miliar |
| Laba (rugi) bersih | -Rp425,52 miliar | Rp89,84 miliar |
| Total aset | Rp7,32 triliun | Rp8,52 triliun* |
| Total liabilitas | Rp4,93 triliun | Rp5,31 triliun* |
| Total ekuitas | Rp2,39 triliun | Rp3,21 triliun* |
*Kinerja posisi keuangan dibandingkan dengan 31 Desember 2025.