Transaksi Kartu Kredit Naik 22,69% pada Agustus 2026 Meski Jumlah Kartu Turun

Minggu, 08 November 2026 | 10:08:01 WIB
Transaksi kartu kredit tumbuh 22,69 persen secara tahunan menjadi 52,67 juta transaksi pada Agustus 2026.

DUNIAFINANSIAL.COM — Transaksi kartu kredit di Indonesia tumbuh 22,69 persen secara tahunan menjadi 52,67 juta transaksi pada Agustus 2026, meski jumlah kartu beredar menyusut jadi 18,31 juta kartu. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi ikut naik 14,34 persen menjadi Rp 43,82 triliun. Kenaikan ini menandakan masyarakat makin aktif memakai kartu kredit untuk belanja digital dan perjalanan.

Jumlah kartu kredit yang beredar di Indonesia menyusut, tetapi pemakaiannya justru makin ramai. Data Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan (SPIP) Bank Indonesia menunjukkan jumlah kartu kredit turun menjadi 18,31 juta kartu pada Agustus 2026, dari 18,87 juta kartu pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan itu tidak menghambat pertumbuhan transaksi.

Volume transaksi kartu kredit tercatat naik 22,69 persen secara tahunan menjadi 52,67 juta transaksi. Dari sisi nilai, transaksi tumbuh 14,34 persen menjadi Rp 43,82 triliun, lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar Rp 38,33 triliun.

Pendorong di Balik Lonjakan Transaksi

Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta menyebut pertumbuhan transaksi berlanjut hingga kuartal III 2026, baik dari volume maupun nilai rupiah. Salah satu penopangnya adalah kebiasaan bertransaksi digital yang makin meluas di masyarakat.

"Transaksi kartu kredit sampai dengan kuartal III mengalami kenaikan, baik dari transaksi maupun nilai rupiah," ujar Steve kepada kontan.co.id, Jumat (6/11).

Basis nasabah kartu kredit yang relatif stabil juga tetap aktif memakai kartunya untuk kebutuhan domestik hingga perjalanan selama musim liburan. "Faktor-faktor yang mendorong tentunya salah satunya adalah kebiasaan untuk menggunakan transaksi digital yang semakin memasyarakat," kata Steve.

Risiko NPL Ikut Naik

Di balik pertumbuhan transaksi, industri menghadapi sejumlah tantangan. Jumlah pemegang kartu belum tumbuh secepat aktivitas transaksi. Dari sisi risiko, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kartu kredit berada sedikit di atas 2,5 persen, naik sekitar 0,15 poin persentase dibandingkan tahun lalu.

"NPL kartu kredit saat ini sedikit di atas 2,5%, kenaikan sebesar 0,15% dibanding tahun lalu," jelas Steve.

Kondisi ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok membuat perkembangan ini perlu dicermati. Meski begitu, pertumbuhan pemegang kartu baru yang tidak terlalu agresif dibandingkan produk kredit lain dinilai membantu menjaga kualitas portofolio industri.

Strategi Mandiri dan BCA

Di tingkat perbankan, bisnis kartu kredit masih mencatat pertumbuhan positif. VP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama menyatakan volume transaksi kartu kredit perseroan pada kuartal III 2026 tumbuh 15 persen secara tahunan, sementara baki debet naik 6 persen.

"Pertumbuhan tersebut didukung oleh strategi bisnis yang berfokus pada pengembangan segmen affluent, melalui penguatan akuisisi nasabah berkualitas, optimalisasi potensi cross-selling dari basis nasabah prioritas dan wealth management, serta penyediaan berbagai manfaat premium dan penawaran yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah," kata Agus.

Bank Mandiri akan memprioritaskan segmen nasabah berpenghasilan tinggi, didukung penguatan kapabilitas digital. Inovasi yang dikembangkan mencakup pembayaran berbasis QRIS, virtual card untuk transaksi e-commerce, fasilitas penarikan dana tunai, hingga fitur Tap to Pay. Agus memastikan NPL kartu kredit Bank Mandiri tetap terkendali.

Di BCA, outstanding pinjaman konsumer lainnya yang mayoritas kartu kredit tumbuh 11,5 persen secara tahunan menjadi Rp 26,3 triliun per September 2026. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menyebut angka itu mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap memakai kartu kredit BCA untuk memenuhi kebutuhan.

Proyeksi Akhir Tahun

AKKI memperkirakan volume dan nilai transaksi kartu kredit masing-masing tumbuh sekitar 18 persen pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. "Industri masih yakin tren untuk transaksi kartu kredit positif dan akan berkembang terus," ungkap Steve.

Pertumbuhan transaksi yang jauh melampaui penambahan jumlah kartu menunjukkan kartu kredit makin menjadi alat belanja harian, bukan sekadar status. Namun kenaikan NPL tipis menjadi pengingat bahwa ekspansi transaksi tetap harus dibarengi pengelolaan risiko.

Terkini