Jelvora dan KBM App Pikat Menteri Ekraf di Creative by Indonesia Cirebon

Jumat, 06 November 2026 | 19:08:31 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyimak penjelasan tim Jelvora saat mengunjungi stan di Grage Mall Cirebon, Kamis (5/11).

DUNIAFINANSIAL.COM — Jelvora, sabun pembersih noda berbahan minyak jelantah karya empat mahasiswi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, masuk tiga besar ASTA One Minute Startup Challenge 2026 dan mendapat penghargaan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Penghargaan diberikan dalam rangkaian Creative by Indonesia: IDE.IND di Grage Mall Cirebon, Kamis (5/11), yang juga menampilkan platform novel digital KBM App dengan 6,8 juta pengguna. Kedua inovasi ini menunjukkan bagaimana ide sederhana bisa berubah menjadi produk bernilai ekonomi.

Empat mahasiswi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengembangkan Jelvora dari minyak jelantah yang biasanya dibuang ke tempat sampah. Suci Zaitiani bersama Aulia Cantika, Yuni Prasetya, dan Serafina mengolah limbah dapur itu menjadi sabun yang mampu mengangkat noda membandel pada kain.

Produk ini mereka perkenalkan langsung di hadapan pengunjung Grage Mall Cirebon, Kamis (5/11). Mereka memperagakan cara kerja sabun tersebut saat mengangkat noda pada kain.

Dari Lilin Jelantara ke Sabun Jelvora

Jelvora bukan proyek pertama tim ini. Sebelumnya mereka membuat lilin dari minyak jelantah dengan nama Jelantara sejak akhir tahun lalu.

"Jadi ini memang dibuat sebagai program pengembangan kita. Sebelumnya kami juga pernah membuat lilin dari minyak jelantah, sejak akhir tahun kemarin dengan nama Jelantara," ujar Suci.

Formula Jelvora dikembangkan selama kurang lebih dua bulan melalui trial and error. Minyak jelantah direndam arang untuk mengurangi bau, lalu disaring sebelum dicampur air, soda api, dan pewangi racikan sendiri.

Prosesnya tidak selalu mulus. Ada kalanya sabun tidak terbentuk sesuai harapan, takaran bahan meleset, hingga pasokan minyak jelantah tersendat. Tim menjalin kerja sama dengan penggerak UMKM di kawasan Bima, Cirebon, untuk menjaga bahan baku tetap tersedia.

Dengan pendampingan dosen bernama Rita serta belajar mandiri lewat jurnal, formula yang tepat akhirnya ditemukan. Jelvora juga sempat diuji dalam lokakarya bersama ibu-ibu PKK di Desa Sukawinangun, Cirebon, termasuk menguji sabun pada mukena milik kepala desa.

Masuk Tiga Besar ASTA One Minute Startup Challenge

Kerja keras tim berbuah saat mereka berlaga di ASTA (Aktivasi Startup Indonesia) One Minute Startup Challenge 2026 di Universitas Muhammadiyah Cirebon pada 30–31 Oktober. Mereka bersaing dengan sembilan tim mahasiswa lain, masing-masing mengemas gagasan bisnis dalam video presentasi berdurasi satu menit.

Jelvora masuk tiga besar dan menerima penghargaan dari Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam kegiatan flagship Creative by Indonesia: IDE.IND di Grage Mall Cirebon. Saat mengunjungi stan Jelvora, Riefky menyimak penjelasan Suci dan tim serta menyaksikan demonstrasi produk.

"Saya senang melihat anak-anak muda seperti tim Jelvora. Mereka melihat sesuatu yang selama ini dianggap limbah, kemudian mengubahnya menjadi produk yang punya nilai ekonomi. Inilah esensi ekonomi kreatif: kemampuan melihat peluang dari hal-hal sederhana, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna," ujar Riefky.

KBM App, Platform Novel Digital dengan 6,8 Juta Pengguna

Cerita lain datang dari penulis Asma Nadia lewat KBM App, platform novel digital yang mempertemukan penulis dengan pembaca. Aplikasi ini membuka peluang bagi ribuan orang mengembangkan karya tulis sekaligus memperoleh penghasilan dari cerita yang mereka ciptakan.

Gagasan KBM App berawal ketika pandemi membuat banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Novel digital menjadi salah satu hiburan yang bisa dinikmati kapan saja dan di mana saja. Platform ini mulai diluncurkan pada Mei 2019 dan kini digunakan sekitar 6,8 juta orang.

Bagi Asma, hal paling membahagiakan bukan jumlah pengguna. Ia justru mengingat bagaimana cerita dari penulis berbagai daerah mampu mengubah kehidupan mereka.

"Setelah para penulis memberikan karya-karya kreatifnya, saya senang melihat mereka memetik hasilnya. Ada yang akhirnya bisa membeli kursi roda untuk ibunya yang sakit, ada yang bisa bebas dari utang pinjol, ada yang bisa membayar gadaian rumah, bahkan membangun rumah. Mereka dari seluruh daerah di Indonesia, luar biasa semangat menulisnya," tutur Asma.

Di KBM App, penulis bisa memonetisasi karya melalui sistem pembacaan berbayar. Pengelola platform menerapkan sistem bagi hasil, sehingga penulis mendapat bagian dari pendapatan yang dihasilkan karya mereka.

Ruang bagi Kreativitas Anak Muda

Dari sabun berbahan minyak jelantah hingga novel digital yang dibaca jutaan orang, dua kisah ini memperlihatkan kreativitas bisa tumbuh dari mana saja selama ada ruang untuk mengembangkan ide dan keberanian mewujudkannya.

Semangat itu yang ingin dibangun Kementerian Ekonomi Kreatif melalui IDE.IND, bagian dari program strategis mereka. Ajang ini menjadi panggung bagi pelaku ekonomi kreatif daerah untuk bertemu langsung dengan pembuat kebijakan dan pasar yang lebih luas.

Terkini