DUNIAFINANSIAL.COM — Sebanyak 10 pelaku UMKM perempuan binaan RupiahCepat menerima dana bantuan pengembangan usaha lebih dari Rp 30 juta setelah menuntaskan program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026. Bantuan diserahkan sebagai dukungan lanjutan agar para penerima bisa memperluas pasar, bukan sekadar menyelesaikan pelatihan.
Dua peserta bootcamp, Siti Nurul Hidayah dari Dapoer Katuyung (Martapura, Kalimantan Selatan) dan Soffariati Ummi Rosyidah dari Nyambelin (Malang, Jawa Timur), mewakili komunitas UMKM RupiahCepat di Pameran Financial Expo (FinExpo) yang menjadi bagian Bulan Inklusi Keuangan 2026. Pameran yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung pada 29 Oktober-1 November 2026 itu menjadi ajang kedua womenpreneur memperkenalkan produk langsung ke masyarakat, menjangkau calon konsumen baru, sekaligus membangun jejaring dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan lain.
Dari Pelatihan ke Panggung Pameran OJK
Program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 digelar RupiahCepat lewat inisiatif GROW with RupiahCepat. Pendaftaran dibuka pada Agustus 2026 dan menjaring lebih dari 270 pendaftar dari 24 provinsi.
Setelah seleksi, 30 womenpreneur dari 14 provinsi terpilih mengikuti rangkaian bootcamp pada September hingga Oktober 2026. Materinya mencakup Business Model Canvas, pengelolaan operasional usaha, optimasi marketplace, serta strategi pemasaran dan iklan digital, dengan praktisi Perry Primanda dan Nugraha Andaf sebagai pengajar.
Peserta juga mendapat pendampingan berkala via WhatsApp, konsultasi bisnis privat melalui Zoom, dan edukasi literasi keuangan soal pemanfaatan layanan keuangan digital yang legal, aman, dan bertanggung jawab.
Bantuan Rp 30 Juta untuk Sepuluh Usaha Terpilih
RupiahCepat menyalurkan dana bantuan pengembangan usaha senilai lebih dari Rp 30 juta kepada 10 womenpreneur. Penerima ditentukan lewat evaluasi akhir program, termasuk kemampuan menyusun rencana pengembangan bisnis yang konkret dan aplikatif.
Kesepuluh penerima itu adalah Aleta Puling (Almerani, Kupang), Azzahra Putri Wahyudi (Wawind, Kabupaten Bandung), Kayla Jasmine Panataran (Wikrama, Sleman), Novi Risdayanti (Doyami, Palembang), Novita Wisudawati (Pak Ombak, Pekanbaru), Olya Widowati Putri (deLollie, Gunungkidul), Siti Nurul Hidayah (Dapoer Katuyung, Martapura), Soffariati Ummi Rosyidah (Nyambelin, Malang), Tiurlan Anne Frida S (GKN Jahe Merah), dan satu penerima lainnya.
Dampak bagi Pelaku Usaha
Siti Nurul Hidayah menyebut keikutsertaan di FinExpo membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produknya.
"Kesempatan mengikuti Pameran FinExpo BIK OJK 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Dapoer Katuyung dari Martapura, Kalimantan Selatan untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Kami juga berkesempatan bertemu dengan calon konsumen dan mengenalkan produk secara langsung. Saya berharap pengalaman ini dapat membuka peluang baru bagi perkembangan usaha kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).
Soffariati merasakan manfaat serupa dari pembekalan selama bootcamp. Menurutnya, materi dan pendampingan membantunya mengevaluasi ulang strategi bisnis, terutama pemasaran digital.
"Saya bisa menerapkan pembelajaran yang diperoleh untuk mengoptimalkan toko online dan menyusun strategi konten yang lebih efektif. Pengalaman mengikuti program ini juga memberikan perspektif baru untuk mengembangkan usaha ke depannya," ujar Soffariati.
Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, menyatakan peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu diikuti dukungan nyata agar bisnis mereka berkembang.
"Womenpreneurship Business Bootcamp merupakan salah satu program CSR kami di bawah inisiatif GROW with RupiahCepat. Melalui program ini, kami ingin membantu womenpreneurs meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri dalam mengelola serta mengembangkan usahanya," ujar Anna.
Rangkaian program ini menunjukkan pendampingan UMKM perempuan tidak berhenti di ruang pelatihan. Bagi peserta, modal awal berupa bantuan usaha dan akses ke pameran OJK menjadi bekal untuk menguji strategi pemasaran digital yang mereka susun selama bootcamp.