Makaroni SOS dan Trendy Spring Bed Tingkatkan Omzet Lewat Fitur Digital

Jumat, 06 November 2026 | 10:08:32 WIB
Makaroni SOS melayani 1.600 hingga 2.000 pesanan per hari setelah merintis usaha dengan modal di bawah Rp 500 ribu.

DUNIAFINANSIAL.COM — Makaroni SOS melayani 1.600 hingga 2.000 pesanan per hari setelah merintis usaha camilan dengan modal di bawah Rp 500 ribu pada September 2021. Sementara Trendy Spring Bed mencatat omzet Rp 68 juta pada bulan pertama berjualan lewat platform digital, setelah bisnis keluarga sejak 1990 itu nyaris bangkrut. Kedua UMKM Surabaya ini membuktikan pemasaran daring mampu membalikkan kondisi usaha.

Kisah keduanya diangkat dalam program Shopee Story Lab bersama Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira. Dalam program tersebut, Makaroni SOS dan Trendy Spring Bed berbagi pengalaman serta strategi memanfaatkan ekosistem digital untuk menjalankan usaha.

Makaroni SOS: Dari Modal di Bawah Rp 500 Ribu ke 2.000 Pesanan Harian

Usaha camilan ini dirintis kakak beradik Ahmad Adi Drajad dan Ayna Dai Makmur pada September 2021, tepat di tengah pandemi. Berangkat dari ide sederhana menjual camilan secara daring, keduanya memulai dengan modal awal kurang dari Rp 500 ribu.

Keterbatasan modal tidak menghalangi ekspansi. Makaroni SOS kini punya fasilitas produksi sendiri dan melayani sekitar 1.600 hingga 2.000 pesanan setiap hari. Saat kampanye tanggal kembar berlangsung, jumlah pesanan melonjak hingga tiga kali lipat.

Lini produk ikut melebar. Makaroni SOS sekarang memiliki lebih dari 80 jenis produk dengan ratusan varian, dan melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai pemasok kebutuhan produksi harian.

Strategi penjualan digital dijalankan lewat Shopee Live yang mengudara hampir 24 jam setiap hari. Siaran langsung didukung lima host yang bekerja bergantian memperkenalkan produk dan berinteraksi dengan calon pembeli. Untuk menjaga antusiasme penonton, mereka menghadirkan program 'promo gledek' yang menggabungkan undian berhadiah dengan diskon khusus bagi penonton aktif memberi tanda suka dan komentar.

"Kita itu juga mulai dari kecil, dari modal yang cuma tidak sampai Rp500.000 bahkan. Jadi memang untuk UMKM, terus saja riset pasar. Kita nggak selalu selamanya itu akan naik terus, pasti ada fase-fase down-nya, tapi tidak perlu merasa low terus-terusan. Yang penting kita berpikir maju terus," ujar Ahmad dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Trendy Spring Bed: Bertahan dari Tumpukan Piutang Lewat Kasur yang Bisa Digulung

Berbeda dengan Makaroni SOS, Trendy Spring Bed adalah bisnis keluarga yang berdiri sejak 1990. Perusahaan manufaktur kasur ini didirikan ayah Vincentius Leonardo dan sempat menikmati masa jaya melalui penjualan konvensional.

Kondisi berbalik ketika kesehatan sang ayah menurun dan berdampak pada pengelolaan usaha. Persaingan yang semakin ketat plus tumpukan piutang menekan keuangan perusahaan hingga nyaris bangkrut. Biaya distribusi jadi kendala tersendiri karena penjualan kasur lewat jalur konvensional menelan ongkos logistik besar, sehingga jangkauan pasar sulit diperluas.

Titik terang muncul saat Direktur Digital Marketing Trendy Spring Bed, Stephanie Maria Angeline, mencoba memasarkan produk melalui akun Shopee pribadinya. Respons positif konsumen mendorong keluarga tersebut menggarap penjualan digital secara serius.

Inovasi produk pun lahir lewat kasur tipe Synchronize Bonell Spring. Kasur ini dirancang bisa divakum, dipres, dan digulung ke dalam kotak tanpa merusak bagian pegas, sehingga pengemasan lebih mudah dan biaya pengiriman ke berbagai wilayah Indonesia terpangkas.

Omzet Rp 68 Juta di Bulan Pertama

Fitur Shopee Ads membantu mendongkrak penjualan Trendy Spring Bed. Dengan modal iklan awal sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu, perusahaan mencatat omzet Rp 68 juta pada bulan pertama. Angka tersebut kemudian meningkat hampir dua kali lipat.

Bagi pelaku UMKM lain, pengalaman dua usaha Surabaya ini menunjukkan bahwa kanal digital bukan sekadar pelengkap. Makaroni SOS memakai siaran langsung untuk mendekatkan produk ke konsumen dan menaikkan penjualan, sementara Trendy Spring Bed memanfaatkan iklan berbayar untuk membuka pasar baru di tengah tekanan keuangan.

Terkini