80 Warga Ikuti Posyandu 5 Meja yang Digelar Tim Patriot UI di Werabur

80 Warga Ikuti Posyandu 5 Meja yang Digelar Tim Patriot UI di Werabur

WERABUR, PAPUA BARAT – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) 12 mengadakan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menerapkan Sistem Posyandu 5 Meja di Kampung Werabur, Papua Barat. Kegiatan ini melibatkan Puskesmas Werabur, kader kesehatan, dan warga setempat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar serta mendukung pencegahan stunting.

Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, kader kesehatan, hingga anak usia prasekolah. Pelayanan berlangsung sejak pagi dan mendapat sambutan dari masyarakat yang datang untuk mengikuti pemeriksaan serta edukasi kesehatan.

Program ini dipimpin oleh drg. Benso Sulijaya, Sp.Perio(K), Ph.D., bersama anggota tim Refaldo, Fitria, Gilar, Iky, dan Evan. Melalui kegiatan tersebut, tim berupaya membantu meningkatkan keteraturan pelayanan posyandu sekaligus memperkuat kemampuan kader dalam melayani kebutuhan kesehatan masyarakat.

Lima Tahapan Pelayanan Posyandu di Kampung Werabur

Anggota TEP UI 12, Refaldo, mengatakan Sistem Posyandu 5 Meja diterapkan untuk membuat pelayanan kesehatan dasar berjalan secara terstruktur, efisien, dan terukur. Setiap meja memiliki tahapan pelayanan yang saling berkaitan, mulai dari pendataan hingga pemberian edukasi kesehatan.

Pelayanan diawali dengan pendaftaran peserta pada meja pertama. Selanjutnya, meja kedua digunakan untuk melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.

Pada meja ketiga, petugas mencatat hasil pengukuran, menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), serta mendokumentasikan status gizi sesuai kebutuhan pemeriksaan. Tahapan ini mendukung pemantauan kondisi kesehatan peserta, khususnya dalam mengamati pertumbuhan anak.

Meja keempat menyediakan pelayanan kesehatan umum dan gigi-mulut, konsultasi, serta pelayanan vaksinasi dan imunisasi. Sementara itu, meja kelima difokuskan pada penyuluhan kesehatan masyarakat, termasuk edukasi mengenai pencegahan stunting.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil. Makanan tersebut disiapkan oleh para mama yang aktif menjadi pengurus di Kampung Werabur.

Menu yang disediakan antara lain bubur kacang hijau, susu, nasi, telur, ayam, sayuran, lauk-pauk, dan jajanan olahan desa. Kegiatan ini turut dibuka oleh Kris, Kepala Puskesmas Werabur, sebagai perwakilan tenaga kesehatan setempat.

Dari Tiga Meja Menjadi Lima Meja, Kader Posyandu Dapat Dukungan

Penerapan Sistem Posyandu 5 Meja menjadi pembaruan bagi pelayanan kesehatan masyarakat di Kampung Werabur. Ketua Kader Posyandu Werabur, Mama Iso, menyampaikan bahwa sebelumnya kegiatan posyandu di wilayah tersebut masih menggunakan sistem tiga meja.

Menurut Mama Iso, pembagian tahapan pelayanan menjadi lima meja membantu kader menjalankan tugas secara lebih teratur dan mempermudah proses pelayanan kepada warga.

"Sistem posyandu 5 meja ini sangat efektif dan memudahkan kami para kader dalam bekerja serta melayani masyarakat secara lebih teratur," ujar Mama Iso.

Ia memimpin 10 kader posyandu yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan alur kerja yang lebih terorganisasi, para kader diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan posyandu dan memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat kampung.

Selain pendampingan, Tim Ekspedisi Patriot UI memberikan bantuan berupa satu set timbangan, alat ukur antropometri, serta sikat dan pasta gigi. Bantuan tersebut diharapkan mendukung kegiatan pemantauan pertumbuhan anak dan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Keterlibatan Tim Ekspedisi Patriot UI, Puskesmas Werabur, kader kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar di wilayah perbatasan Papua Barat.

Melalui penerapan Sistem Posyandu 5 Meja, kader lokal diharapkan semakin terampil dalam menjalankan tahapan pelayanan, melakukan pencatatan hasil pengukuran, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak.

Upaya pencegahan stunting juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat. Pemantauan pertumbuhan anak, pemenuhan kebutuhan gizi, serta akses terhadap pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Karena itu, keberlanjutan kegiatan posyandu dan penguatan kapasitas kader diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih teratur dan mudah dijangkau.

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia merupakan program pengabdian masyarakat dan riset terpadu mahasiswa UI melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan akses kesehatan, serta pengembangan potensi masyarakat di kawasan pelosok dan wilayah perbatasan Indonesia.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan pengentasan kemiskinan (SDG 1), kehidupan sehat dan sejahtera (SDG 3), serta pendidikan berkualitas (SDG 4).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index