DUNIAFINANSIAL.COM — Harga emas Antam Logam Mulia naik Rp 13.000 menjadi Rp 2.554.000 per gram pada penutupan perdagangan Rabu (4/11/2026), setelah pagi hari sempat turun ke Rp 2.537.000 per gram. Kenaikan terjadi seiring melonjaknya harga emas dunia yang kembali menembus level US$ 4.000 per ounce. Reli global ini dipicu hasil pemilu sela Amerika Serikat yang melemahkan dolar AS.
Pergerakan harga jual itu mengikuti lonjakan emas dunia. Harga emas internasional (XAUUSD) melesat 3,38 persen ke US$ 4.064,71 per troy ounce, kembali di atas level psikologis US$ 4.000.
Harga Emas Antam per Ukuran
Kenaikan Rp 13.000 per gram berlaku di seluruh ukuran emas Antam Logam Mulia. Semakin besar gramasi yang dibeli, semakin rendah harga per gramnya. Ukuran 1.000 gram dipasarkan Rp 2.494.600 per gram.
Harga di kanal Pegadaian bergerak berbeda. Emas Antam di Pegadaian justru turun Rp 4.000 untuk ukuran 1 gram menjadi Rp 2.576.000 per gram. Ukuran yang tersedia di Pegadaian mencakup 0,5 gram hingga 100 gram, dengan harga berbeda dari butik resmi Logam Mulia.
Galeri 24 Turun, UBS Naik
Emas Galeri 24 di Pegadaian turun Rp 4.000 untuk ukuran 1 gram menjadi Rp 2.463.000 per gram. Produk ini tidak tersedia dalam ukuran 3 gram, dan ukuran terbesarnya 1.000 gram.
Emas UBS bergerak berlawanan arah: naik Rp 23.000 untuk ukuran 1 gram menjadi Rp 2.519.000 per gram. UBS juga tidak tersedia dalam ukuran 3 gram.
Buyback Antam Melonjak Rp 33.000
Harga buyback Antam Logam Mulia naik Rp 33.000 menjadi Rp 2.344.000 per gram, kenaikan yang lebih besar dibanding harga jual seiring pemulihan pasar emas. Pagi harinya, buyback sempat turun ke Rp 2.307.000 per gram sebelum dinaikkan pada sore hari.
Di jaringan Pegadaian, buyback Antam dan UBS terpantau sama di Rp 2.293.000 per gram. Buyback Galeri 24 lebih tinggi di Rp 2.318.000 per gram. Harga buyback Antam Logam Mulia di butik resmi berbeda dengan buyback Antam di Pegadaian.
Spread Antam LM Menyempit
Selisih harga jual dan buyback (spread) Antam Logam Mulia menyempit menjadi Rp 210.000 atau 8,22 persen, dari Rp 230.000 atau 9,05 persen sehari sebelumnya. Posisi buyback tertinggi kembali dipegang Antam Logam Mulia setelah sehari sebelumnya berada di Galeri 24.
Spread terkecil tercatat pada Galeri 24, yakni Rp 145.000 per gram atau 5,89 persen. Spread terbesar ada pada Antam di Pegadaian, Rp 283.000 per gram atau 10,99 persen. Selisih buyback Antam Logam Mulia dengan Antam di Pegadaian melebar menjadi Rp 51.000 per gram.
Pemicu Reli: Pemilu Sela AS
Lonjakan emas dunia dipicu pelemahan dolar AS ke level terendah empat minggu dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS di seluruh tenor. Pasar merespons kemenangan penting Partai Demokrat pada pemilu sela (midterm) Amerika Serikat.
Hasil itu diinterpretasikan meningkatkan potensi kebuntuan politik (gridlock) di Washington, yang membatasi prospek ekspansi fiskal lebih lanjut. Dolar yang melemah membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan terdorong naik.
Secara teknikal, kisaran resistance US$ 4.000-4.017 yang sebelumnya menjadi hambatan kini telah ditembus dan berpotensi menjadi support baru. Zona US$ 3.800-3.840 tetap menjadi area support lanjutan.
Bagi investor emas, selisih jual-beli jadi pertimbangan utama. Buyback yang pulih lebih cepat dari harga jual menandakan likuiditas pasar membaik, tetapi spread Antam di Pegadaian yang mencapai 10,99 persen membuat keuntungan jangka pendek tergerus bila membeli di kanal tersebut.