PLN Listriki 128 Desa di Papua Sepanjang 2026, 199 Desa Menyusul

Rabu, 04 November 2026 | 17:08:02 WIB
PLN merampungkan elektrifikasi 128 desa di empat provinsi Tanah Papua sepanjang 2026.

DUNIAFINANSIAL.COM — PT PLN (Persero) telah menghadirkan listrik di 128 desa yang tersebar di empat provinsi Tanah Papua sepanjang 2026. Perluasan akses ini menjadi fondasi bagi aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi warga di wilayah terpencil yang sebelumnya gelap. PLN menyiapkan elektrifikasi 199 desa di enam provinsi hingga 2027.

Jakarta — PT PLN (Persero) merampungkan elektrifikasi 128 desa di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya sepanjang 2026. Angka itu menjadi capaian terbaru program Listrik Desa (Lisdes) yang dijalankan perseroan di wilayah dengan medan paling menantang di Indonesia.

Perluasan jaringan listrik di Tanah Papua bukan pekerjaan sederhana. Jarak antarpemukiman yang berjauhan, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan akses darat yang terbatas memaksa PLN menentukan pola pembangunan berbeda untuk tiap wilayah.

Infrastruktur yang Dibangun Sepanjang 2026

Untuk menyambungkan 128 desa itu, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 742,58 kilometer sirkuit (kms). Perseroan juga memasang Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 286,71 kms serta gardu distribusi berkapasitas total 7.450 kilovolt ampere (kVA).

Pembangunan jaringan distribusi menjadi tulang punggung pasokan listrik harian warga. General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menyebut infrastruktur itu sebagai fondasi layanan kelistrikan di desa-desa sasaran.

"Pencapaian elektrifikasi 128 desa hingga 2026 merupakan hasil dari pekerjaan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan secara kolaboratif. Kami terus memastikan pembangunan jaringan distribusi dan fasilitas pendukung, mulai dari JTM, JTR, hingga gardu distribusi, dapat diselesaikan sesuai kebutuhan masing-masing desa," ungkap Roberth.

Dampak bagi Warga di Wilayah Terpencil

Kehadiran listrik menyentuh kebutuhan dasar yang selama ini sulit dipenuhi. Anak-anak mendapat penerangan untuk belajar pada malam hari, puskesmas dan posyandu bisa menyimpan vaksin serta menjalankan peralatan medis, dan warga desa punya peluang membuka usaha kecil yang bergantung pada pasokan daya.

Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, menilai perluasan akses listrik di Tanah Papua sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, listrik tidak berhenti pada penerangan semata.

"Kami mengapresiasi capaian PLN yang sepanjang 2026 telah melistriki 128 desa di empat provinsi di Tanah Papua. Perluasan akses listrik ini penting karena tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil," ujar Cheroline.

Cheroline mendorong penguatan koordinasi antara PLN dan pemerintah daerah dalam menyelaraskan data serta perencanaan elektrifikasi. Menurut dia, pembangunan perlu menjangkau desa dan dusun yang belum berlistrik sesuai kondisi riil di lapangan.

Ia juga menyoroti pemanfaatan potensi energi setempat, seperti tenaga surya dan mikro hidro, sebagai alternatif pasokan listrik di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.

Target 199 Desa hingga 2027

Setelah 128 desa, PLN menyiapkan program elektrifikasi untuk 199 desa di enam provinsi: Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Pembangunan ditargetkan rampung bertahap hingga 2027.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, menegaskan perluasan akses listrik di Papua tidak bisa memakai pendekatan seragam. Perencanaan disesuaikan dengan kondisi geografis, tingkat aksesibilitas, serta potensi energi masing-masing wilayah.

"Perluasan akses listrik di Papua tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang seragam. PLN menyesuaikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dengan kondisi masing-masing wilayah, termasuk melalui pengembangan jaringan distribusi maupun pemanfaatan potensi energi setempat. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk yang berada di wilayah dengan aksesibilitas terbatas," ujar Suroso.

Bagi PLN, Lisdes di Tanah Papua menjadi ujian kemampuan operasional sekaligus komitmen pemerataan layanan. Enam provinsi yang masuk daftar target 2027 mencakup wilayah pemekaran yang infrastrukturnya masih tertinggal dibanding Jawa dan Sumatera.

Keberhasilan menuntaskan 199 desa pada 2027 akan menentukan seberapa cepat rasio elektrifikasi di pelosok Papua mengejar daerah lain. Di sisi lain, keandalan pasokan setelah jaringan terpasang menjadi pekerjaan rumah berikutnya, terutama untuk desa yang mengandalkan pembangkit berbasis energi setempat.

Pertanyaan Seputar Berita Ini

Provinsi m?
na saja yang mendapat elektrifikasi 128 desa dari PLN? A: Desa-desa tersebut tersebar di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.

Terkini